Wednesday, July 27, 2011

Jika Aku Menjadi Warga Desa Cisompet

Halo, friends! Kali ini gue mau nge-post tugas pasca KKN gue yang judulnya Jika Aku Menjadi Warga Desa Cisompet. Gak tau kenapa kepikiran aja gitu buat nge-post tugas ini. Mungkin karena gue kangeeeen bgt sama Cisompet ya jadi gue mau berbagi aja deh oke check it out! :D


Jika Aku Menjadi Warga Cisompet


Desa Cisompet merupakan salah satu dari sebelas desa yang berada di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Desa Cisompet memiliki suhu rata-rata harian 28-30 °C. Penduduk Desa Cisompet berjumlah 4313 orang yang terdiri dari 2183 laki-laki dan 2130 perempuan.

Saat pertama kali mendaftar program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Integratif Universitas Padjadjaran (KKNM Integratif Unpad) yang diwajibkan kepada hampir seluruh mahasiswa Unpad, aku tidak langsung ditempatkan di Desa Cisompet. Aku memilih sebuah desa yang juga terletak di Kecamatan Cisompet, yaitu Desa Panyindangan. Beberapa hari kemudian, ada pengumuman bahwa desa kami dipindah ke Desa Cikondang, letaknya masih di Kecamatan Cisompet. Saat itu jumlah anggota kami sudah ada sembilan belas orang. Beberapa minggu menjelang keberangkatan kami, pengumuman terakhir muncul. Pengumuman itu menyebutkan bahwa kami dipindahkan ke sebuah desa yang bernama Desa Cisompet. Wah! Nama desanya sama dengan nama kecamatan. Pertanda baik, pikirku.

Kami pun berangkat ke Desa Cisompet pada tanggal 25 Juni 2011. Dengan persiapan yang matang dan perasaan was-was, aku dan kawan-kawan berangkat dengan menggunakan bus kecil. Sambutan yang hangat dari warga membuatku senang. Kami menyewa dua rumah untuk tempat tinggal kami selama satu bulan. Satu rumah untuk empat belas orang perempuan dan satu rumah lainnya untuk lima orang laki-laki. Kami menjalani hari-hari yang baik dan menyenangkan di desa ini. Warga yang ramah membuat kami kerasan tinggal di sana. Kami melakukan sosialisasi dengan warga-warga dari dua belas kampong yang ada di Desa Cisompet. Kami seringkali menumpang mandi di rumah warga dan beberapa kali diundang ke acara-acara yang diadakan oleh warga setempat. Betapa beruntung kami ditempatkan di Desa Cisompet.

Selama aku tinggal di Desa Cisompet, aku berjumpa dengan banyak anak kecil yang memiliki minat belajar yang tinggi. Namun, semakin dewasa usia mereka, semakin turun minat belajar yang mereka miliki. Terbukti dari adanya para ibu muda yang menikah selepas lulus Sekolah Menengah Pertama. Motivasi belajar hingga ke jenjang yang lebih tinggi terhambat karena faktor ekonomi dan pengetahuan mereka yang kurang. Alhasil orang tua mereka menyuruh anak-anaknya untuk menikah di usia yang relatif muda, yang seharusnya mereka gunakan untuk belajar dan mencari kawan sebanyak-banyaknya untuk membantu mereka menggapai kesuksesan duniawi. Padahal fasilitas belajar bagi mereka sudah cukup memadai karena adanya bangunan sekolah yang berdekatan dengan tempat tinggal mereka. Ironisnya, meskipun fasilitas belajar telah tersedia, masih ada anak-anak yang tidak bisa membaca di usia mereka yang sudah cukup besar.

Seandainya aku tinggal di Desa Cisompet, aku akan mengajak pemuda-pemudi seusiaku untuk aktif melakukan program-program Karang Taruna. Aku akan membuat sebuah taman bacaan, semacam perpustakaan namun tidak hanya berisi buku-buku dan bernuansa membosankan. Taman bacaan ini akan berisi buku apapun yang dapat mencerdaskan kehidupan anak-anak dan warga Desa Cisompet, beberapa buah komputer, dan alat-alat peraga yang dapat membantu mereka belajar sambil bermain. Mereka dapat menggunakan seluruh inventaris taman bacaan tersebut secara gratis namun mereka akan diberikan tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya. Aku juga akan mengajak pemuda-pemudi di Desa Cisompet untuk belajar sambil bermain bersama anak-anak kecil sehingga mereka tidak bosan dan minat belajar mereka semakin tinggi.

Saat ini aku hanya berharap semoga kehidupan setiap warga yang tinggal di Desa Cisompet semakin baik setiap harinya karena mereka memiliki harapan untuk itu. Anak-anak yang ceria dan cerdas tidak seharusnya memiliki masa depan yang tidak cerah, pemuda-pemudi tidak seharusnya menjadi pengangguran, dan para orang tua tidak seharusnya memiliki kehidupan yang sulit di hari tuanya. Semakin tingginya derajat pendidikan, semakin baik pula derajat kehidupan setiap orang di dunia.

Thursday, May 13, 2010

Haloooooo, please welcome myself :D

HEYA! Today is my very 1st day berkutat dengan blog ini (lagi). Sebenernya dulu udah pernah bikin 'ayasdibaliksaya.blogspot.com' tapi udah gue delete karena too much some unimportant stuff. Sooo, gue bikin lagi blog di situs ini, jadi gue punya 2 blogs deh (gue udah punya blog lain di Posterous).

Kenapa gue bikin blognya hari ini ga besok-besok aja atau kemaren-kemaren aja? Soalnya my tutti frutti sohib bernama Jacquiline Eunike Augustine Tumengkol mention gue di Twitter, seperti yang bisa kalian liat di atas. Karena menurut gue kurang kece kalo gue comment pake anonymous, gue memutuskan untuk make a new blog deeeh.. Thanks to you, Jacq!

Then, what I'm gonna tell you now is, please welcome myself and support me! See you 'round.. Oia, check juga ya blognya temen gue itu fufufu